Sabtu, 23 Mei 2015

Pasific

Terlalu besar nama itu (red : pasific) tatkala disandingkan dengan sampah sampah yang menuai rupiah.
Lima bulan lebih aku bersamanya mulai terasa kalau janji itu hanyalah obat penenang dan rencana itu hanya ekspektasi belaka, managerial seperti apa yang kau terapkan jika mereka kau takut takuti, mentalitas kau pangkas. Sementara kau matangkan rencana dari hobi mu tampa menghitung angka angka yang kau keluarkan, bersama dengan itu kau hitung hitung angka angka untuk keberlangsungan hidup dan hobi mu. 
Tahukah engkau betapa lelah nya aku, mereka,
Tahukah engkau betapa haus dan laparnya kami
Tahukah engkau betapa larutnya untuk beraktifitas 
 Sementara aku tau kau berjalan bersama dara dara dibelakang ratumu yang membesarkanmu.
Apa jadinya kalau ratumu tau mungkin kau akan jadi sampah yang tak bernilai rupih.
seketika waktu aku rencanakan untuk menjauh dari mu dan pada kesempatan itu terbukalah jalan tersebut. Kusampaikan mengenai ketidak mampukah ku menemani mu. Namun kau hanya merespon dengan biasa saja tampa basa basi mencegahnya, seketika itu pula aku berkesimpulan "memang aku tak dibutuhkan lagi"
Hmmm ini mungkin efek tak menghiraukan nasihat ibu yang dulu sudah mencegah ku untuk ikut serta, mau diapakan lagi ini semua namanya pengalaman hidup agar kedepan seindah apa pun pandangan kita kalu ibu melarang harap di dengar dan diikuti. 
Maaf ibu untuk hari kemari. 

4 komentar:

  1. dan ada sebuah beban yang nyatanya (telah) terbang ringan

    BalasHapus
  2. melayang bebas dan tak kembali,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kembali nanti kalo angin membawa ke tempat asal, arah angin sulit di tebak

      Hapus